irwantoshut.net
 
 


 
BEST IMAGES
 
superman returns
 
James Bond 007
 
body building
 
michael jackson
 
batman
 
spiderman
 
secret of britney
 
HARRY POTTER
 
indonesia forest pictures
 
CDM REDD
 
indonesia forest
 
save forest
 
back to nature
 
mangrove
 
nature healthy
 
indonesia forester blog
 
influenza
 
 


KLASIFIKASI JENIS TANAH

Jenis tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman karena perbedaan jenis tanah mempengaruhi sifat-sifat  dari tanah tersebut. Untuk memahami hubungan antara jenis tanah , diperlukan pengetahuan yang mampu mngelompokkan tanah secara sistematik sehingga dikenal banyak sekali sistem klasifikasi yang berkembang. Untuk mempelajari hubungan antar jenis tanah maka sistem klasifikasi tanah dibagi menjadi sistem klasifikasi alami dan sistem klasifikasi teknis (Sutanto, 2005).


agroforestri

Perbaikan Kesuburan Tanah Oleh Agroforestri

Prospek Pengembangan Ekowisata Kawasan Wisata Alam Laut Pulau Marsegu dan Sekitarnya

Pemanfaatan Hutan Mangrove Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat Maluku

Menebang Hutan untuk Menyukseskan Program GERHAN

Klasifikasi alami yakni klasifikasi tanah yang didasarkan atas sifat tanah yang dimiliki tanpa menghubungkan sama sekali dengan tujuan penggunaannya. Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar terhadap sifat fisik, kimia dan mineralogi tanah yang dimiliki masing-masing kelas dan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan bagi berbagai penggunaan tanah.

Klasifikasi teknis yakni klasifikasi tanah yang didasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan untuk penggunaan tertentu. Misalnya, untuk menanam tanaman semusim, tanah diklasifikasikan atas dasar sifat-sifat tanah yang  mempengaruhi pertumbuhan tanaman semusim seperti kelerengan, tekstur, pH dan lain-lain. Dalam praktiknya untuk mempelajari jenis tanah maka sistem klasifikasi yang digunakan adalah sistem klasifikasi alami.

klasifikasi jenis tanah




Pada awalnya jenis tanah dikalsifikasikan berdasarkan prinsip zonalitas, yaitu :

  • Tanah zonal, yakni tanah dengan faktor pembentuk tanah berupa iklim dan vegetasi,
  • Tanah intrazonal, yakni tanah dengan faktor pmbentuk tanah berupa faktor lokal terutama bahan induk dan relief,
  • Tanah azonal, yakni tanah yang belum mennjukkan perkembangan profil dan dianggap sebagai awal proses pembentukan tanah.

Kemudian dalam perkembangannya jenis tanah diklasifikasikan berdasarkan sifat tanah (taksonomi tanah). Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh USDA (United State Departement of Agriculture) pada tahun 1960 yang dikenal dengantujuh pendekatan dan sejak tahun 1975 dikenal dengan nama taksonomi tanah. Sistem ini bersifat alami berdasarkan karakteristik tanah yang teramati dan terukur yang dipengaruhi oleh proses genesis. Berdasarkan ada tidaknya horizon penciri dan sifat penciri lainnya maka dalam taksonomi tanah dibedakan atas enam kategori yakni ordo, subordo, greatgroup, subgroup, family dan seri. Pada edisi Taksonomi tanah tahun 1998 terdapat 12 ordo jenis tanah. Keduabelas ordo tersebut adalah Alfisols, Andisols, Aridisols, Entisols, Gelisols, Histosols, Inceptisols, Mollisols, Oxisols, Spodosols, Ultisols dam Vertisols.

  1. Alfisols. Tanah yang mempunyai epipedon okrik dan horzon argilik dengan kejenuhan basa sedang sampai tinggi. Pada umumnya tanah tidak kering. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah half-bog, podsolik merah kuning dan planosols.
  2. Andisols. Merupakan jenis tanah yang ketebalannya mencapai 60%, mempunyai sifat andik. Tanah yang ekuivalen dengan tanah ini adalah tanah andosol.
  3. Aridisol.  Tanah yang berada pada regim kelengasan arida atau tanah yang rgim kelengasan tanahnya kering. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah coklat (kemerahan) dan tanah arida (merah).
  4. Entisols. Tanah yang belum menunjukkan perkembangan horizon dan terjadi pada bahan aluvian yang muda. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah aluvial, regosol dn tanah glei humus rendah.
  5. Gelisols. Merupakan jenis tanah yang memiliki bahan organik tanah. Jenis ini tidak dijumpai di Indonesia
  6. Histosols. Tanah yang mengandung bahan organik dari permukaan tanah ke bawah, paling tipis 40 cm dari permukaan. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah bog dan tanah gambut.
  7. Inceptisols. Merupakan jenis tanah di wilayah humida yang mempunyai horizon teralterasi, tetapi tidak menunjukkan adanya iluviasi, eluviasi dan pelapukan yang eksterm. Jenis tanah ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brown forest, glei humik dan glei humik rendah.
  8. Mollisols. Tanah yang mempunyai warna kelam dengan horizon molik di wilyah stepa. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brunizem, tanah rendzina.
  9. Oxisols. Tanah yang memiliki horizon oksik pada kedalaman kurang dari 2 meter dari permukaan tanah. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah jenis tanah laterik.
  10. Spodosols. Tanah yang memiliki horizon spodik dan memiliki horizon eluviasi. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah podsolik.
  11. Ultisols. Tanah yang memiliki horizon argilik dengan kejenuhan basa rendah (< 35%) yang menurun sesuai dengan kedalaman tanah. Tanah yang sudah berkembang lanjut dibentangan lahan yang tua. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah laterik coklat-kemerahan dan tanah podsolik merah- kuning.
  12. Vertisols. Tanah lempung yang dapat mengembang dan mengerut. Dalam keadaan kering dijumpai retkan yang lebar dan dalam. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah grumosol.

Di Indonesia jenis tanah yang umumnya dijumpai adalah jenis tanah Mollisols, Vertisols, Andisols, Alfisols, Inceptisols, Ultisols, Oksisols dan Spodosols. Jenis tanah yang paling banyak ditemui adalah jenis tanah Ultisols yang mencapai 16.74% dari luas lahan yang ada di Indonesia (Sutanto, 2005).

Artikel Terkait :

  1. Definisi dan Pengertian Tanah
  2. Proses Pembentukan Tanah
  3. Pencemaran Tanah
  4. Manfaat Tanah
  5. Unsur Hara Nitrogen (N)
  6. Unsur Hara Fosfor (P)
  7. Unsur Hara Kalium (K)
  8. Bahan Organik Tanah
  9. Kemasaman Tanah (pH Tanah)
  10. Lengas Tanah
  11. Tekstur dan Struktur Tanah
  12. Pemupukan Tanaman

 

DOWNLOAD FILE : PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRI

SCHOLARSHIP


AGROFORESTRI

KONDISI HUTAN TROPIS DI INDONESIA
SISTEM AGROFORESTRI
RUANG LINGKUP AGROFORESTRI
PEMILIHAN JENIS POHON AGROFORESTRI
PERGILIRAN TANAMAN DALAM SISTEM AGROFORESTRI
PERBAIKAN KESUBURAN TANAH OLEH AGROFORESTRI
KLASIFIKASI JENIS TANAH
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGONTROL SIKLUS HARA PADA HUTAN HUJAN TROPIS


MEMPERLAJARI HUTAN DAN LINGKUNGANNYA

 



HOME
GLOBAL WARMING
INDONESIA FOREST
INDONESIA BIODIVERSITY
CDM IN INDONESIA
MANGROVE FOREST
THE IMPORTANCE OF TREES
FOREST AND ECOLOGY
KIND OF CONSERVATION
KIND OF BIODIVERSITY
HOW PLANTS GROW
FOREST PICTURES
HEALTHY LIFESTYLES
INVEST IN SERAM
FOREX TRADING
MAKING LOANS
MORTGAGE
FACEBOOK
PENELITIAN
PAPER / ARTIKEL
KULIAH KEHUTANAN
PERJALANAN
DIARY
GAMBAR / LOGO
BERITA KEHUTANAN
PROSIDING NFP
KESEHATAN TUBUH
KOTA AMBON
UNIVERSITAS PATTIMURA
TIPS MAHASISWA
BIODATA IRWANTO
PHOTO PRIBADI
FACEBOOK IRWANTO
BUKU TAMU
 

Hasilkan Uang
dari Blog atau
Website Anda

money

 
DOWNLOAD FREE SOFTWARE
FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES

FREE GAME
 

PICT & BOOKS

BEST PICTURE

 
BOOKS DEGRADATION
 
 TREE SEED
 
 
Related Links
MANGROVE WEBS COM
BACK TO
NATURE
NATURE
HEALTHY
SAVE FOREST
WEBS
FORESTER'S BLOG
WORDPRESS
INDONESIA FOREST PICTURES
PROJECT CDM IN INDONESIA

Privacy Policy
Google Adsense

Google Mail

Yahoo Mail

Adwords

Adbrite

email:
irwantoshut@yahoo.com. irwantoshut@gmail.com.
sms: 081343007763

Subscribe to updates

Rahasia Wanita

FOREST NEWS

Rahasia Wanita



TIP : Hematkan waktu anda saat mencari informasi dengan Search Engine : Ketik kata yang ingin dicari, jika merupakan 2 atau 3 kata, "harus" memakai tanda petik pada awal dan akhir, agar search engine tidak mencari secara terpisah. Contoh: "Klasifikasi Jenis Tanah" Jika tipe file PDF yang ingin dicari ketik: filetype:pdf - Contoh: "Klasifikasi Jenis Tanah" filetype:pdf

Custom Search